Mungkin, banyak penonton layar kaca
yang kecewa dan “menghujat” RCTI
karena tiba-tiba saja, di tengah
pertandingan yang disiarkan secara
langsung muncul iklan komersial. Ini
sebenarnya bukan yang pertama kali,
tapi, khusus di Indonesia, konsep
semacam ini memang baru RCTI yang
memperkenalkannya tadi malam.
Biasanya, spot iklan di tengah
pertandingan dibuat secara berbagi,
dalam arti ada iklan yang muncul,
dan siaran pertandingannya pun
tetap bisa dilihat, namun ukurannya
diperkecil untuk memberi ruang
iklan.
Tapi, RCTI tadi malam seolah keluar
dari pakem iklan seperti itu. Iklan
yang dimunculkan RCTI memakan
seluruh ruang siaran langsung,
sehingga pemirsa tidak dapat
menyaksikan pertandingan yang
sedang berlangsung. Tentu saja, hal
ini dirasakan cukup mengganggu.
Ternyata, hal ini memang sudah
direncanakan sejak awal oleh RCTI,
yang mana mereka sebut spot “Break
On Match”.
Nah, karena iklannya dimunculkan di
tengah pertandingan, tentu saja
harganya lebih mahal dibanding iklan
yang muncul di jeda atau akhir
pertandingan. Untuk spot iklan
“Break On Match”, RCTI mematok
harga 500 juta untuk satu spot
dengan durasi tayang 15 detik. Jauh
lebih mahal dibanding spot iklan di
jeda atau akhir pertandingan yang
menurut keterangan seorang teman
hanya berkisar 100 sampai 200 juta
saja, dengan durasi yang lebih lama,
yakni 30 detik.
Bisa dibayangkan, berapa keuntungan
yang diperoleh RCTI dengan adanya
konsep iklan Break On Match ini. Jika
dalam satu babak ada 4 iklan, sudah
terbayang revenue yang didapat
adalah 2 milyar.
Konsep iklan “Break On Match”
sebenarnya bukan barang baru. Di
beberapa siaran sepak bola di
Amerika Selatan hal ini sudah lama
dilakukan, tapi, durasinya hanya
sekitar 3-5 detik saja. Itu pun sudah
banyak yang protes, hingga akhirnya
spot iklan yang biasanya ada 5 dalam
satu babak dikurangi hingga jadi 2
iklan Break On Match setiap babak.
RCTI memang benar-benar
memanfaatkan hak siar dan hak
komersial atas timnas yang sudah
mereka menangkan. Selain
menangguk keuntungan dari iklan di
siaran langsung, RCTI pun
diperbolehkan mengelola ad board di
setiap venue timnas bermain. Ini
merupakan kompensasi dari
pembelian hak komersial oleh RCTI
pada PSSI yang dikabarkan mencapai
168 milyar untuk tiga tahun.
0 komentar:
Posting Komentar